Lampiran: Kutipan & Referensi — Gelombang Baru Sinema Asia
🎬 Lampiran: Kutipan & Referensi Sinema Asia Modern
Kutipan Ikonik dari Sineas Asia
“Once you overcome the one-inch-tall barrier of subtitles, you will be introduced to so many more amazing films.”
“Cinema is not only about seeing, but about feeling time.”
“Film yang baik adalah cermin yang membuat kita melihat diri sendiri dengan lebih jujur.”
“Perempuan bukan objek sinema; mereka adalah semesta itu sendiri.”
“Kisah kecil bisa menjadi gema besar bila lahir dari hati yang benar-benar peduli.”
Keterangan
Berikut daftar film dan sumber yang dirujuk dalam artikel utama "Gelombang Baru Sinema Asia: Dari Parasite hingga Past Lives". Gunakan bagian ini sebagai quick reference atau daftar bacaan tambahan untuk pembaca.
Daftar Film Rujukan
- Parasite (2019) – Bong Joon-ho, Korea Selatan
- Shoplifters (2018) – Hirokazu Kore-eda, Jepang
- The Lunchbox (2013) – Ritesh Batra, India
- In the Mood for Love (2000) – Wong Kar-wai, Hong Kong
- Past Lives (2023) – Celine Song, Korea Selatan–AS
- Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak (2017) – Mouly Surya, Indonesia
- Drive My Car (2021) – Ryusuke Hamaguchi, Jepang
- Train to Busan (2016) – Yeon Sang-ho, Korea Selatan
- Spring, Summer, Fall, Winter... and Spring (2003) – Kim Ki-duk, Korea Selatan
- The Act of Killing (2012) – Joshua Oppenheimer, Indonesia–Denmark
- RRR (2022) – S.S. Rajamouli, India
- The Handmaiden (2016) – Park Chan-wook, Korea Selatan
- Before, Now & Then (Nana) (2022) – Kamila Andini, Indonesia
- Crying Ladies (2003) – Mark Meily, Filipina
- One Cut of the Dead (2017) – Shinichirou Ueda, Jepang
Sumber & Bacaan Lanjutan
- Bordwell, David. Planet Hong Kong: Popular Cinema and the Art of Entertainment.
- Dissanayake, Wimal. Colonialism and Nationalism in Asian Cinema.
- Rayns, Tony. “Asia Extreme: The Rise of the New Asian Cinema.” (essays dan antologi)
- Film Comment, Vol. 56 No. 2 (2020): “The Global South and the New Wave of Asian Storytelling.”
- Jurnal Asian Cinema Studies, Edisi 2023: “Digitalization and Cross-cultural Narratives in East Asian Films.”
- Bong Joon-ho, kumpulan wawancara & esai (Seoul Film Press, 2021).
Penutup Estetik
“Sinema Asia bukan tentang Timur atau Barat — tapi tentang manusia yang berusaha memahami dirinya melalui cahaya di layar.”
Post a Comment for "Lampiran: Kutipan & Referensi — Gelombang Baru Sinema Asia"